N99a's Blog

Just another WordPress.com weblog

Perkembangan individu Desember 11, 2009

Filed under: Kuliah — n99a @ 6:45 AM

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PERKEMBANGAN INDIVIDU

Pengaruh kondisi ibu terhadap perkembangan janin

Kehidupan janin bergantung kepada ibu yang mengandungnya. Segala kebutuhan untuk hidupnya yaitu sari makanan dan oksigentergantung pada ibu lewat hubungan langsung melalui placenta. Karena ketergantungan tersebut maka kondisi ibu sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Faktor-faktor penting yang berpengaruh terhadap perkembangan janin ialah:

  1. Gizi makanan ibu
  2. Aktivitas fisik dan kondisi emosional
  3. Penyakit yang diidap ibu
  4. obat-obatan,alkohol,dan rokok.

1)      Pengaruh gizi

Pengaturan gizi yang baik akan berpengaruh positif, sedangkan bila kurang baik maka pengaruhnya negatif. Pengaruh ini akan tampak lebih jelas pada bayi yang baru lahir dalam besar dan panjangnya tubuh bayi itu sendiri. Keadaan bayi normal bila gizi makanan ibu diatur dengan baik. Gizi yang berlebih mengakibatkan tubuh bayi  terlalu besar dan terlalu panjang, dan itu bisa menyulitkan proses kelahiran. Sedangkan pada ibu yang kekurangan gizi, tubuh bayi akan berukuran kecil, pendek, dan kondisi kesehatannya kurang baik. Penyebab utama pada ibu hamil yang kekurangan gizi adalah kondisi social-ekonomi yang cukup rendah.

2)      Pengaruh Kondisi Emosional atau kondisi Kejiwaan Ibu

Kondisi emosional ibu hamil yang tidak stabil misalnya sering marah – marah atau selalu bersedih, maka akan mempengaruhi perkembangan kejiwaan bayi yang akan dilahirkan.

3)      Pengaruh kesehatan ibu atau penyakit.

Penyakit yang diderita ibu hamil bisa berpengaruh negatif pada janin yang dikandungnya. Pengaruh negative yang bisa ditimbulkan adalah kematian pada saat di dalam kandungan atau terbentuknya organ-organ tubuh janin yang tidak sempurna atau cacat. Sedangkan penyakit ibu yang dapat menyebabkan kematian pada janinnya adalah penyakit kolere, malaria, influenza, dan sipilis. Sipilis bisa juga mengakibatkan kebutaan atau kecacatan fisik yang lain pada bayi yang dilahirkan.

4)      Pengaruh Aktivitas Fisik.

Pada saat ibu hamil akan tetap perlu melakukan aktivitas fisik, akan tetapi terbatas pada aktivitas fisik ringan saja. Aktivitas fisik yang terlalu berat bisa mengakibatkan kelelahan pada ibu hamil. Ibu hamil yang terlalu sering mengalami kelelahan fisik maka besar kemungkinan janin akan menyusut atau perkembangannya janin tersebut menjadi tidak baik. Danjuga bisa menyebabkan keguguran kandungan, apalagi pada bulan awal kehamilan.

5)      Pengaruh narkoba (Obat-obatan, Alkohol, dan Rokok)

Obat-obatan yang bisa berpengaruh negatif antara lain aspirin dan obat-obatan malaria. Penggunaan obat-obatan narkotika yang dikonsumsi ibu hamil seperti : heroin, kokain, atau morfin dapat berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya atau obat-obatan tersebut akan berpengaruh sampai bayi lahir. Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan oleh ibu hamil bisa mengakibatkan kematian pada janin yang dikandungnya atau janin akan terbentuk tidak sempurna, serta mengakibatkan kelambatan pertumbuhan.

Besar pengaruh rokok yang tergantung pada banyak sedikitnya rokok yang dihisap oleh ibu hamil setiap harinya dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi yang tampak pada kurangnya berat bayi yang dilahirkan.

Dr. Sugiyanto. 2001. Perkembangan dan Belajar Motorik. Universitas Terbuka. Hal 2.3 – 2.6

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik.

  1. Pengaruh Keturunan

Factor keturunan berinteraksi dengan lingkungan untuk mewujudkan potensi menjadi kemampuan yang nyata. Terhadap sifat dan pertumbuhan fisik, faktor keturunan sangat berpengaruh sekali terhadap ukuran, bentuk, dan kecepatan atau irama pertumbuhan. Hal ini terbukti dalam beberapa penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif antara ukuran dan bentuk tubuh orang tua dengan anak-anaknya. Seperti halnya apabila orangtuanya tinggi maka anaknya cenderung tinggi dan begitu pula sebaliknya. Faktor keturunan atau genetic ini merupakan sifat bawaan dari sejak lahir yang diperoleh dari orangtuanya sendiri.

  1. Pengaruh Gizi

Menurut Tenner (1978) pengaruh gizi dibedakan menjadi 4 macam, antara lain :

  1. Kecepatan Pertumbuhan
  2. Ukuran bentuk setelah dewasa
  3. Bentuk tubuh
  4. Komposisi jaringan tubuh

Pada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dalam waktu tertentu yang agak lama maka akan mengalami kelambatan pertumbuhan dan akan normal kembali bila gizinya terpenuhi. Kekurangan gizi yang berkepanjangan pada anak-anak akan berakibat pencapaian ukuran tubuh yang kecil pada waktu dewasa. Selain itu, individu yang selalu kekurangan gizi bentuk tubuhnya menjadi ramping dan terlihat kurus.

  1. Pengaruh jumlah keluarga dan status sosioekonomik

Jumlah keluarga dan status sosioekonomik berhubungan dengan kemungkinan mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan fisik yang diinginkan, dan kemungkinan terciptanya suasana keluarga yang menyenangkan atau tidak ada himpitan psikososial. Keluarga yang status sosioekonomiknya tinggi, pertumbuhan fisiknya lebih cepat. Mengenai pengaruh jumlah keluarga, semakin banyaknya anak apabila tidak didukung oleh peningkatan tingkat sosioekonomiknya. Sehingga pemeliharaan didalam keluarga semakin sukar mengurusnya dan kondisi anak kurang terjaga dengan baik.

  1. Pengaruh Perbedaan Suku Bangsa

.Eveleth dan Tenner (1976) telah mengadakan penelitian terhadap bangsa-bangsa eropa, amerika, afrika, dan asia. Hasil penelitian antara lain adalah bahwa laki-laki orang amerika, eropa, dan afrika imbang tinggi badanya, tetapi perempuannya orang amerika-afrika sedikit lebih tinggi dibandingkan orang eropa. Sedangkan orang-orang asia baik laki-laki maupun perempuan cenderung lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya.

Sifat kesukuan merupakan faktor keturunan dari orang tua yang kemudian berkembang melalui interaksi yang kompleks dengan berbagai faktor lingkungan. Beragamnya faktor lingkungan yang ada dalam kehidupan berbagai suku bangsa, mengakibatkan terjadinya perbedaan ukuran tubuh rata-rata orang dewasa, kecepatan pertumbuhan, dan bentuk tubuh antara kelompok suku-suku bangsa yang berbeda

  1. Pengaruh Musim dan Iklim

Dalam jangka panjang pertumbuhan bentuk tubuh juga terjadi dari generasi ke kegenerasi. Orang yang berada di daerah iklim panas cenderung lebih langsing bentuk tubuhnya dibandingkan orang-orang di daerah beriklim dingin. Dan orang-orang di daerah iklim dingin cenderung lebih gemuk. Orang-orang yang tinggal di daerah  dataran tinggi memiliki lingkaran dadanya dan paru-paru lebih besar dibanding orang-orang yang ringgal di daerah pantai atau dataran rendah. Pengaruh musim dan iklim cukup besar pada masa adolesensi yang merupakan masa pertumbuhan yang sangat pesat.

  1. Pengaruh Penyakit

Pengaruh penyakit yang di derita ibu tergantung pada berat-ringannya penyakit yang deritanya. Penyakit yang ringan pengaruhnya hanya kecil. Namun walaupun ringan tetapi terlalu sering diderita pengaruhnya akan menjadi semakin nyata. Penyakit yang cukup berat pengaruhnya cukup besar yaitu pertumbuhan menjadi lambat karena penyakit berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan.

  1. Pengaruh urbanisasi

Pengaruh urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) menunjukkan adanya hubungan positif dengan pertumbuhan anak. Sejumlah penelitian mengidentifikasi bahwa anak-anak dari keluarga yang pindah ke kota cenderung lebih tinggi dan lebih cepat matang dibandingkan dengan anak-anak yang tetap tinggal di daerah desa karena peningkatan pertumbuhan fisik  berhubungan dengan faktor kegizian yang cenderung meningkat karena mengikuti pola makanan orang kota.

  1. Pengaruh himpitan psikososial

Himpitan psikosial (stress) bisa menghambat pertumbuhan, hal ini ada kaitannnya dengan fungsi hormon pertumbuhan yang menjadi tidak normal. Fungsi pertumbuhan yang tidak normal mengakibatkan pertumbuhan tidak normal.

  1. Kecenderungan secular

Kecenderungan secular adalah kecenderungan adanya perubahan dari tahun ke tahun kerena perkembangan jaman. Adanya kecenderungan secular dimungkinkan kerena adanya perubahan pola kehidupan dan perkembangan dalam berbagai bidang kehidupan yang bisa mendukung kehidupan manusia yang semakin baik. Misalnya : pola makan yang semakin memperhatikan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan fisik, kemajuan bidang kedokteran sehingga mampu mengontrol kondisi kesehatan manusia menjadi lebih baik, dan kemajuan pendidikan, semuanya telah menjadikan orang makin tahu bagaimana bisa hidup sehat.

Masih ada faktor lainnya lagi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik, yaitu :

  1. Pengaruh Hormon

Sistem kelenjar yang memproduksi hormon-hormon trertentu yang berhubungan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh 3 macam hormon yaitu :

  1. Hormon pertumbuhan
  2. Hormon Tiroid
  3. Hormon Geonatal.

Ketiga hormone tersebut memiliki susunan kimia yang berbeda-beda, tetapi dalam mempengaruhi pertumbuhan fisik cara kerjanya sama, yaitu dengan cara menstimulasi atau menguatkan anabolisme protein di dalam metabolisme yang bersifat membangun dalam menghasilkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk jaringan-jaringan. Setiap hormon memainkan peran yang berbeda dan pada waktu-waktu yang tidak tentu sama.

  1. Aktivitas fisik

Agar terjadi pertumbuhan yang normal diperlukan aktibitas fisik dengan intensitas yang cukup. Pengaruh yang lain terjadi adalah terhadap tulang dan otot. Aktifitas fisik yang terlalu ringan tidak membawa pengaruh nyata, dan bila terlalu berat bisa merusak atau mengakibatkan cedera.

Dr. Sugiyanto. 2001. Perkembangan dan Belajar Motorik. Universita Terbuka. Hal 2.6 – 2.14

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s