N99a's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ringkasan Materi Tes dan Pengukuran Desember 10, 2009

Filed under: Kuliah — n99a @ 3:49 PM

Materi                                          : TES DAN PENGUKURAN

Oleh                                              :  Angga Wahyu Saputra

Yang dibina oleh                     :  Dra. Siti Nurrochmah M.Kes

Universitas                                :  UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Jurusan                                       : FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Prodi                                             : PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

PENGERTIAN TES

  1. Serangkaian tugas, sederet pertanyaan yang dikerjakan (direspon) seseorang disertai dengan aturan-aturan
  2. Instrument atau alat
  3. Prosedur yang sistematis

TUJUAN TES

  • Untuk mengetahui tingkat kemampuan seseorang baik kognitif, afektif dan psikomotorik
  • Untuk menentukan tingkat intelegent, kepribadian, daya ingat dan aspek psikologi seseorang
  • Untuk memperoleh informasi atau data dari individu maupun kelompok
  • Untuk mengukur atau membandingkan keadaan psikis dan tingkah laku seseorang/kelompok dengan orang/kelompok lain
  • Untuk memperoleh suatu informasi mengenai suatu aspek tertentu atau ciri-ciri tertentu berdasarkan jawaban suatu tes
  • Alat pacu meningkatkan kemampuan atau potensi siswa
  • Menempatkan siswa sesuai dengan kemampuan
  • Mengklasifikasi
  • Status
  • Bimbingan
  • Alat atau metode pembelajaran
  • Menilai kemajuan hasil belajar siswa
  • Memprediksi kemampuan atau potensi yang dimiliki siswa
  • Keperluan remedial yaitu mengetahui kelebihan atau kekurangmampuan/potensi

APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN SEBELUM TES

  • Alat perangkat keras dan lunak
  • Biaya dan tenaga
  • Criteria dan norma

CIRI-CIRI TES

  • Ada perangkat lunak dan keras
  • Criteria, norma dan aturan
  • Teste dan tester
  • tujuan

PENGERTIAN PENGUKURAN

  • measureà mengukurà proses pengumpulan data
  • measurementà pengukuranà wujud hasil dari suatu tes

TES

  • A Tes is an instrument used to gain information about individuals or objects.
  • Measurement is the process of collecting information (kirkendall, 1980).
  • Information? Ciri-ciri dari individu/obyek: abilitas, kognitif, afektif, psikomotor? Keterampilan, kebugaran jasmani. Kesehatan à fungsi jantung, keadaan Hb.

Melalui pengukuran dapat digunakan untuk menentukan status siswa.

Tes merupakan bagian dari pengukuran. Pengukuran bersifat obyektiv, dan menghasilkan angka berupa skor didasarkan pada kinerja yang dilakukan. Hasil pengukuran dapat berupa?

Barrow (1979)

  • A test is a spesifik tool,procedure,or technique used to elicit a response from the student.
  • Measurement is a technique of evaluation that uses test

CIRI-CIRI PENGUKURAN

  • Obyektiv
  • Angka à kuantitatif
  • Alat terstandart/ non standart
  • Bisa menggunakan satuan
  • Langsung dan tidak langsung
  • Pengawasan dilakukan dengan secara seksama
  • Obyek yang diukur
  • Tes atau non tes

TES DAN PENGUKURAN

  • Macam-macam tes dan pengukuran?

10 detik, 12 detik dll à hasil à pengukuran produk? Hasil dari kinerja.

pengukuran proses? Hasil dari pengukuran berdasar pada pengamatan terhadap proses kinerja (akitivitas) yang dilakukan oleh setiap individu.

Pembelajaran menggunakan kedua jenis tes dan pengukuran

KEBUTUHAN TES DAN PENGUKURAN DALAM PENJAS, OR KESEHATAN

  • Memperoleh data dan informasi
  • Membandingkan
  • Sarana mengambil keputusan
  • Mengetahui karakteristik obyek atau individu
  • Mengetahui tingkat kemampuan dan perkembangan mental dan fisik
  • Mengetahui keadaan kesehatan
  • Menentukan status siswa
  • Mengetahui daya serap materi atau tingkat penguasaan materi dari proses belajar mengajar

KEDUDUKAN TES DAN PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN

  • Tes dan pengukuran dilaksanakan setelah pembelajaran. Mutlak untuk mengetahui hasil dan proses pembelajaran
  • Sebagai sarana untuk menentukan kedudukan atau ketetapan individu dalam evaluasi

PENTINGNYA TES DAN PENGUKURAN

  • Untuk mengengetahui hasil dai pembelajaran
  • Pengelompokan/klasifikasi
  • Untuk mengetahui tingkat abilitas, keterampilan, kebugaran jasmani, nilai-nilai dan tingkat intelegent seseorang
  • Untuk mengetahui efektif atau tidaknya suatu poses pembelajaran
  • Untuk melihat kemajuan hasl belajar seseorang/individu
  • Untuk mengetahui tingkat pemahaman/daya serap siswa terhadap mata pelajaran yang diperoleh
  • Sebagai acuan penyusunan kurikulum berikutnya
  • Seleksi
  • Penempatan dan penentuan status
  • Membandingkan antar siswa atau kelompok
  • Menentukan tingkatan kemampuan
  • Mengetahui kondisi awal
  • Media atau metode pengajaran
  • Bimbingan
  • Motivasi
  • Remedial
  • Alat pengumpulan data dalam riset

PRINSIP-PRINSIP DASAR TES DAN PENGUKURAN

  • Pengawasan dan seksama: pelaksanaan dan scoring
  • Obyektif dan keterbukaan (sesuai dengan apa yang diukur)
  • Criteria
  • Langsung dan tidak langsung
  • Data dapat dipertanggung jawabkan
  • Berulang-ulang kecuali jenis tes antropometri, kesehatan dan daya tahan jantung paru-paru
  • Materi tes sebaiknya representative
  • Aturan skorring
  • Keadilan
  • Menggunakan alat standart
  • Petunjuk atau prosedur pelaksanaan tes dan pengukuran
  • Tes sebaiknya tidak terlalu sulit/terlalu
  • Tiap butir tidak boleh terlalu lama waktunya/terlalu cepat, terlal jauh/terlalu ringan atau berat bebanya

PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN T & P

  • Jika sesuatu itu ada dan adanya sesuatu dalam jumlah itu dapat diukur
  • Tes dan pengukuran menggunakan alat-alat terstandart seperti stopwatch, pita ukur dll
  • Tes dan pengukuran harus sistematis, procedural dan represetative
  • Harus dilaksanakan oleh orang yang ahli dalam bidangnya
  • Tes dan pengukuran menyenangkan dan mempunyai nilai mitivasi
  • Pelaksanaan T&P sebaiknya dilaksanakan minimal tiap akhir dari pembelajaran atau awal dan akhir pembelajaran
  • T&P mengacu pada rumusan indicator hasil belajar dan tujuan khusus pembelajaran
  • T&P sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan falsafah atau pandangan/misi dan visi lembaga yang bersangkutan
  • Tes dan pengukuran dalam Dikjas obyeknya abilitas, Skill, Anthropometri, kebugaran jasmani, nilai-nilai prestasi dan kesehatan
  • Tes dan pengukuran merupakan bagian integral dari proses pendidikan sehingga mutlak dilaksanakan
  • T&P sebagai media untuk mengetahui dan menentukan proses dan hasil pendidikan
  • Tes tidak bertentangan dengan kodrat dan budaya
  • Tes sebaiknya mengukur kemampuan individu siswa

APA YANG DIHARUS DILAKUKAN OLEH GURU JIKA DIA MENGADAKAN TES

  • Menyiapkan butir tes dan alat serta norma dan criteria tes
  • Menyiapkan aturan skorring jika memungkinkan menyediakan kartu
  • Menyiapkan petunjuk pelaksanaanà ada kesamaan persepsi dalam melakukan tes dan skorring hasil tes

EVALUATION

  • Test
  • Measurement
  • Tes dan pengukuran
  • Evaluation

proses pengambilan keputusan dengan menggunakan kriteria tertentu berdasarkan hasil tes dan pengukuran.

SIFAT DAN RUANG LINGKUP

  • Sifat, mengukur keadaan unsur kognitif, afektif dan psikomotor yang meliputi? menghasilkan angka obyektif
  • ruang lingkup T & P dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

abilitas, skill, kebugaran, nilai-nilai (sikap), kesehatan.

LAKUKAN IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR DI BAWAH INI

Abilitas à kemampuan fisik yang melekat pada diri individu,

Skill à tingkat penguasaan atau kemahiran dari suatu teknik yang  dipelajari.

nilai-nilai (sikap), kesehatan.

Kecenderungan tes dan pengukuran dalam penjas, olahraga dan kesehatan

Pengetahuan, abilitas, skill, kebugaran, nilai-nilai (sikap), anthropometri, prestasi olahraga dan kesehatan.

KRITERIA TES YANG BAIK

  • RELIABILITY

Reliabel = ajeg = konsisten = tetap = stabil hasil dari tes. Suatu tes dikatakan reliabel apabila tes tsb. memberikan hasil yang sama atau hampir sama jika tes dilakukan berulang-ulang pada individu atau kelompok yang sama.

Tes diselenggarakan oleh 1 orang tester

CARA AGAR TES MEMBERIKAN HASIL YANG SAMA

  • Pelaksanaan tes harus sama;
  • Cuaca dan waktu harus sama;
  • Alat dan fasilitas sama;
  • Kondisi fisik, mental, psikologis siswa harus sama setiap pelaksanaan tes;
  • Tester dan pengawas harus sama,
  • Butir tes harus sama.

RELIABILITA

  • Koefisien atau bilangan yang menunjukkan keajegan atau ketetapan hasil dari suatu tes jika tes dilakukan berulang-ulang pada individu atau kelompok yang sama
  • Contoh à r xy = 0,789

Bilangan tersebut diperoleh dengan cara membandingkan atau menghubungkan antara: (1) hasil tes I dengan tes II; (2) antara tes asli dengan duplikat; (3) antar tes itu sendiri; (4) antar tes dalam belahan ganjil-genap atau awal-akhir. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dapat berupa:

a. korelasi product moment;

b. koefisien alfa;

c. kuder Richardson (KR) – 21

  • BEDA RELIABELà hasil tes,
  • RELIABILITA à koefisien atau bilangan hasil dari pembandingan dari dua hasil tes à kuantita,
  • RELIABILITAS à derajat atau tingkat keajegan hasil tes à kualita

MACAM-MACAM TEKNIK ATAU CARA MEMPEROLEH RELIABILITA

  1. Test re test àcirinya tes dilakukan berulang-ulang, contohà passing di tembok 3 kali, drible, shooting, sit up, back up, push up dll.
  2. Equivalent testà tes tulis masih memungkinkan
  3. Belah dua à “ulangan” lebih dari 3 kali, tes pasing 10 kali, finalti 10 kali, servis 10 kali, tes obyektif.
  4. Kuder richadson KR-21 tes obyektif, tes pasing (1 masuk , 0 tidak masuk) atau servis ber skor masuk 1 bola keluar 0.
  5. Koefisien alfa à tes esey, passing atau servis berskor variatif,
  6. Teknik flanagan?

CARA MEMPEROLEH BILANGAN ATAU KOEFISIEN

Membandingkan atau menghubungkan antara:

  • Hasil tes I dengan tes II
  • Tes asli dengan duplikat
  • Belahan awal dengan akhir atau antara ganjil dan genap

Yang dianalisis dengan teknik korelasi bentuk product moment atau korelasi alfa

RELIABILITA TES MEMBERIKAN KONSTRIBUSI AMAT BESAR TERHADAP TINGKAT VALIDITY TES. CARA MEMPEROLEH KOEFISIEN RELIABILITA TES YANG TINGGI

  • Alat dan fasilitas yang digunakan harus sama
  • Waktu dan tempat harus sama
  • Butir tes harus sama
  • Kondisi teste harus sama pada waktu pelaksanaan tes
  • Tester harus sama
  • Waktu penyelenggaraan tes harus sama
  • Sistem scoring harus sama
  • Menambahjumlah butir tes, atau menambah jumlah ulanganà khusus tes praktek. Menambah waktu tiap butir tes

OBJECTIVITY

Suatu tes dikatakan obyektif apabila hasil sesuai dengan kenyataan.

Suatu tes dikatakan obyektif apabila hasil tes dari dua orang atau lebih tester memberikan hasil yang sama atau hamper sama jika ts tersebut dilakukan berulang-ulang pada individu atau kelompok yang sama.

  • Objectivitaà koefisien atau bilangan yang menunjukkan…
  • Objectivitas

CARA MEMPEROLEH KOEFISEIN OBYEKTIVITA

Membandingkan atau menghubungkan antara hasil tes dari tester I dengan tester II. Angka tersebut diperoleh dengan teknik analisis korelasi product moment.

FAKTOR-FAKTOR APAKAH YANG MEMPENGARUHI OBYEKTIVITA

  • Hasil tes dari tester 1 dan yang lain.
  • Jumlah Tester (makin banyak tester ,data yang diperoleh makin obyektif).
  • Kondisi tester. (V)
  • Tingkat ketelitian masing-masing tester.
  • Jumlah soal yang diujikan harus sama.
  • Kefokusan atau konsentrasi tester.

OBYEKTIVITA BERKAITAN DENGAN TESTER

  • Kondisi tester (status kesehatan, kelelahan, konsentrasi)
  • Persepsi antar tester terhadap sistim skoring.
  • Tingkat ketelitian indera mata
  • kemampuan tingkat akademik dan skill yang dimiliki.

PERSAMAAN

Memberiakan hasil yang sama atau hampir sama dilakukan berulang-ulang

VALIDITY

  • Validity berasal dari kata valid yang artinya tepat, sahih, cocok, handal, sesuai
    • Suatu tes dikatakan valid apabila tes tsb. dengan tepat atau sahih mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan apa yang hendak diukur.

Ketepatan akan diperoleh jika tes diamati oleh 3 orang atau lebih.Kesesuaian diperoleh jika hasil tes dibandingkan dengan kriteria sebagai alat banding.

  • Validita

Bilangan diperoleh dengan cara membandingkan atau menghubungan antara hasil tes dengan kriterion yang merupakan alat pembanding. Adapun teknik analisis yang digunakan berupa korelasi tunggal product moment atau korelasi berganda.

Teknik korelasi tunggal digunakan untuk analisis tiap butir tes dengan kriterion. Sedangkan korelasi berganda untuk analisis gabungan antara butir-butir tes à butir tes lebih dari satu butir tes dengan kriterion.

KRITERION

Kriterion merupakan patokan atau standartisasi tes yang berperan sbg alat banding.

Tes yang valid dijamin pasti obyektif dan reliabel.

Tes yang obyektif pasti reliabel tapi belum tentu valid

Tes yang reliabel belum tentu obyektif dan valid

Yang harus dipenuhi pada kriteria validity tes adalah keberadaan kriterion, artinya kriterion yang digunakan harus memiliki kesesuaian atau hampir sama dengan karakteristik dari butir tes.

PERBEDAAN RELIABILITY, OBYEKTIF & VALIDITY

RELIABILITY OBYEKTIVITY VALIDITY
Tester 1 orang Tester 2 orang Tester 3 orang
Tingkat keajegan hasil tes Tingkat ketelitian hasil tes Tingkat ketepatan hasil tes
Tidak membutuhkan kriteria MembutuhkaN petunjuk pelaksanaan tes Membutuhkan kriteria
Tes dapat dilakukan berulang-ulang atau dua butir tes Tes cukup 1 jenis tes Tes dapat terdiri dari dua tes, yaitu 1 tes asli dan tes lainnya berfungsi sebagai kriteria.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s