N99a's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sejarah Sepak Bola (Football History) Desember 22, 2009

Filed under: 1,Olahraga — n99a @ 5:01 PM

Cina adalah tanah air sepak bola, selain ilmu pengetahuan, budaya dan kearifan agama. Karena itu, tak heran, jika Rasulullah Muhammad perlu menganjurkan umatnya belajar ke negeri ini.
Di Cina sepak bola sudah dimainkan orang sejak 7.000 tahun yang lalu—sebuah masa yang panjang dari sebuah klaim yang salah. Selama ini orang menganggap sepak bola lahir di Inggris pada abad 19. Para penulis sejarah sepak bola juga seolah keberatan mengakui Cina sebagai negeri yang melahirkan sepak bola. Inggris, dan Eropa pada umumnya, sesungguhnya hanya mengembangkan olahraga ini dari apa yang sudah ditemukan oleh orang-orang Asia Tengah.

Petualang Italia, Marco Polo (1254-1324), mengenalkan sepak bola modern dari Cina dan Jepang sewaktu kembali ke Eropa. Tapi para peneliti masih berdebat apakah petualang itu satu-satunya orang yang berjasa membawa sepak bola ke sana. Sebagian meragukan, sebagian lagi yakin Eropa telah “mencuri” permainan ini dari Asia kuno lewat Marco Polo.

Catatan tertua tentang sepak bola ditemukan di Cina dari masa Dinasti Tsin (255-206 sebelum Masehi). Manuskrip itu mencurigai, permainan ini diperoleh secara turun-termurun sejak 5.000 tahun sebelumnya. Pada zaman Tsin, permainan yang dinamai tsu chu ini awalnya dipakai untuk melatih fisik para prajurit kerajaan. Kemudian berkembang menjadi permainan yang menyenangkan kendati sulit dilakukan. Pemainnya tak hanya anggota kerajaan tapi juga rakyat di seluruh Cina.

Satu tim terdiri dari enam orang yang berlomba memasukkan bola dari kulit binatang yang diisi rambut ke lubang jaring berdiameter 40 sentimeter. Jaring setinggi 10,5 meter ditancapkan di tengah lapangan yang dikelilingi tembok, mirip lapangan bolavoli di zaman sekarang. Dengan tsu chu orang Cina memahirkan kung fu. Aturan tsu chu sangat sederhana: bola tak boleh disentuh tangan dan tim yang menang adalah mereka yang paling banyak memasukkan bola ke dalam lubang jaring.
Tsu chu yang berarti “menendang bola” lahir dari kepercayaan Cina kuno. Menurut penulis Li You (55-135), bola itu melambangkan bulan yang amat sakral dan dua tim yang berlawanan melambangkan yin dan yang. Angka 12 diambil dari jumlah bulan dalam penanggalan Cina. Permainan ini sudah mengenal wasit. Dia memimpin pertandingan dan menghitung skor.

Legenda menyebutkan anggota kerajaan sangat menggemari permainan ini. Raja-raja sengaja membangun lapangan untuk bermain tsu chu dan mewajibkan sekolah mengajarkan olahraga ini. Karena itu tsu chu cepat populer ke seantero negeri. Pada masa Dinasti Han (206 sebelum Masehi hingga 200 setelah Masehi) ketenaran tsu chu mencapai puncaknya. Dokumen dari tahun 50 sebelum Masehi melaporkan ada pertandingan antara tim Cina dan Jepang di Kyoto. Tak disebutkan berapa skor akhirnya.

Orang Jepang memainkan olahraga ini setelah padagang dan siswa mereka menyambangi Cina. Selain diperkenalkan oleh orang Cina sendiri ketika mendatangi negeri-negeri sekitarnya. Dinasti Cina terkenal sebagai bangsa penjelajah. Orang Jepang mengadopsi tsu chu dengan lebih kreatif. Mereka menamainya kemari. Pemainnya dua sampai 12 orang. Gawangnya berupa dua pohon yang berdiri sejajar. Olahraga ini sangat riuh karena para pemain saling berteriak jika sedang mengendalikan atau akan menendang bola. Setiap pemain tidak dibolehkan menjegal atau melukai lawan.
Kemari mencapai puncak popularitas pada abad 10-16. Di tahun inilah, Marco Polo datang ke sana karena sudah mendengar tentang permainan ini. Peneliti yang meragukan Marco Polo sebagai pembawa sepak bola ke Eropa karena di daratan ini sudah ada permainan bola ratusan tahun sebelum Marco Polo lahir. Hanya saja permainan bola di hampir semua negara Eropa sebelum abad 18 mirip rugbi di zaman sekarang.

Di Yunani bermain bola sudah dikenal 800 tahun sebelum Masehi dengan nama episkyro dan harpastron. Pasukan Romawi yang menyerbu Yunani tahun 146 sebelum Masehi kemudian mengadopsi permainan ini dan menyebarkannya seiring penaklukan wilayah-wilayah Eropa. Kaisar Romawi Julius Caesar tercatat sebagai penggemar harpastrum. Ia memakai permainan ini sebagai olahraga melatih fisik pasukannya. Di Roma, luas lapangan harpastrum menyesuaikan dengan jumlah pemain. Suatu kali harpastrum pernah dimainkan oleh lebih dari 100 orang. Karena itu sepak bola lebih mirip kerusuhan massal.

Penulis Romawi, Horatius Flaccus dan Virgilius Maro menyebut Harpastrum sebagai permainan biadab. Olahraga ini kemudian dilarang di seluruh negeri. Dan sejarah sepak bola Eropa kemudian diwarnai oleh bredel-membredel.

Orang Inggris mulai mengenal sepak bola pada sekitar abad 8. Sama seperti di Romawi, permainan bola di Inggris jauh lebih brutal. Dimainkan di lapangan yang luas atau jalanan berjarak 3-4 kilometer. Raja Edward II menyebut sepak bola sebagai “permainan setan yang dibenci Tuhan.” Ia melarang rakyatnya melakukan olahraga ini pada April 1314, terutama untuk kalangan ningrat. sepak bola dianggap kampungan karena menggunakan tengkorak manusia sebagai bola.

Raja khawatir jika prajurit terlalu sering bermain bola mereka lupa latihan berkuda dan panahan untuk menghadapi pasukan musuh. Raja-raja Inggris berikutnya melanjutkan larangan itu hingga Ratu Elizabeth I (1533-1608).
Dalam buku The Anatomie of Abuses yang ditulis Philip Stubbes tahun 1583 kekerasan itu terekam sangat jelas. “Ratusan orang mati dalam satu pertandingan ini,” tulis Stubbes. Pemain yang selamat banyak yang cedera parah: kalau tak patah kaki, pasti remuk tulang punggung, atau kepala bocor, mata picek dan seterusnya. Stubbes, seorang puritan yang serius, mengkampanyekan larangan sepak bola hingga gereja-gereja turun tangan. Apalagi ketika itu permainan bola dilakukan saat hari minggu Sabath. Orang yang mencuri-curi bermain bola dan ketahuan dimasukkan penjara selama seminggu.

Di Prancis sepak bola juga dilarang. Orang Prancis yang mengenal bola dari tentara Romawi pada 50 sebelu Masehi, juga bermain tanpa aturan dan tanpa batasan jumlah pemain. Akibat larangan itu, sepak bola yang dinamakan soule ini baru kembali dimainkan orang pada abad 12. Tetapi dilarang kembali oleh Raja Felipe V di tahun 1319 yang diteruskan oleh rajaraja Prancis berikutnya.

Kekerasan sepak bola juga terjadi di Amerika Tengah. Suku Indian dan Astek juga sudah memainkan sepak bola ratusan tahun yang lalu. Hanya saja pada suku Astek permainan bola merupakan gabungan dari permainan basket, voli dan sepak bola sekaligus.

Di kalangan orang Indian, sepak bola lebih mirip perang antar suku yang digelar di lapangan maha luas dan berharihari jika skor masih imbang. Dengan pemain setiap tim berjumlah 500 orang, pasuckaukohowog menghasilkan korban yang cedera berbulan-bulan. Sebelum bertanding para pemain melakukan ritual seperti sebelum maju perang. Mereka mengecat tubuh dan wajah dengan gambar tertentu untuk menolak bala.

Sepak bola mulai modern dan tertib setelah Giovani Bardi dari Italia membukukan serentetan aturan permainan ini tahun 1580. Di Italia, sepak bola disebut calcio. Setahun berikutnya, Richard Mulcaster di Inggris juga melakukan hal serupa. Kepala Sekolah Merchant Taylor’s dan St. Paul itu menyerukan perlunya pembatasan pemain dan wasit. Paparannya dalam buku Position Where in Those Primitive Circumstanes be Examined itu lebih banyak menganjurkan pengurangan kekerasan dan mementingkan aspek kebugaran.

Dua ratus tahun kemudian Joseph Strutt menyempurnakan aturan tersebut. Belajar dari sejarah bola Inggris tahun 1700, ia menulis buku The Sports and Pastimes of The People England. Dalam buku ini ia membuat aturan bahwa sepak bola harus terdiri dari dua tim dengan jumlah pemain sama. Kedua tim harus berebut bola untuk memasukkannya ke gawang lawan yang terpisah oleh jarak 70-90 meter.

Baik Bardi, Mulcaster maupun Strutt, ketiganya menginginkan sepak bola melulu sebagai permainan. Mereka sebenarnya mengadopsi peraturanperaturan sederhana sepak bola yang sudah dipraktikkan di Jepang dan Cina puluhan abad sebelumnya. Dalam World Soccer (1992), Guy Oliver menulis bahwa peraturan dan permainan tsu chu maupun kemari merupakan sumber ilham sepak bola modern.

Mulcaster dijuluki sebagai “pembela sepak bola paling gigih dari abad 16”. Itu karena ia tekun mengkampanyekan sepak bola yang tidak brutal. Permainan ini, katanya, bahkan harus dimainkan oleh perempuan dan anak-anak karena berguna untuk kekuatan dan kebugaran tubuh. Padahal di Cina, menurut pelukis Dinasti Ming, Du Jin, para perempuan sudah bermain tsu chu antara tahun 1465-1509.

Konsep Strutt ini kemudian dijadikan pijakan peraturan sepak bola modern. Pijakan ini mendasari lahirnya Football Association di Inggris pada 26 Oktober 1863 oleh 11 klub sepak bola di sana yang anggotanya terdiri dari para mahasiwa. Awalnya, asosiasi mengatur jumlah pemain satu tim sebanyak 15-21 orang. Pada 1870 jumlah pemain dibakukan menjadi sebelas. Penjaga gawang baru muncul pada 1880.

Dari organisasi ini pulalah lahir istilah soccer, dari singkatan kata association. Charles Wreford Brown, mahasiswa Universitas Oxford, menemukan tak sengaja istilah ini ketika ditanya orang apakah ia seorang pemain rugbi (rugger), olahraga yang lebih terkenal di sana. Brown menjawab, “No, I’am soccer.”

Sedangkan football, meskipun pertama kali disebut dalam larangan- larangan para raja pada abad 17 dengan nama fute-ball, istilah ini semakin populer setelah ditulis dramawan Inggris yang terkenal, William Shakespeare. Dalam King Lear seorang tokohnya mencemooh tokoh lain yang dianggap dungu sebagai “football player”. Shakespeare melanjutkannya ketika menulis Comedy and Errors (adegan II). Istilah ini masih dipakainya untuk mencemooh tokoh yang begerak tak tentu arah.

Tahun 1863 merupakan tonggak sejarah sepak bola modern. Selain ada wasit, luas lapangan dan jumlah pemain yang dibatasi, sepak bola juga hanya memakai kulit binatang yang diisi udara. Permainan ini kemudian menyebar ke negara jajahan Inggris dan berkembang pesat dan kompleks sebagai budaya massa dalam abad modern.

Orang Inggris keliru ketika pada Piala Eropa 1996 memasang spanduk besar-besar dengan bunyi: sepak bola kembali ke tanah leluhurnya. Orang Inggris mengacu pada kelahiran Asosiasi sepak bola (FA) yang baru berusia dua abad itu. Mereka keliru karena sepak bola adalah produk santun kebudayaan Timur.

Sebagai sebuah budaya massa, sepak bola telah menarik minat para ilmuwan dengan pelbagai latar belakang: sosial, ekonomi, politik, filsafat. Victor Matheson dari Departemen Ekonomi William College, Inggris, dalam penelitiannya di tahun 2003 menyimpulkan bahwa klub-klub profesional di Eropa dan Amerika Selatan menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan kepada negaranya. Setiap klub, dengan perputaran uang triliunan rupiah, setidaknya mempekerjakan 3.000 karyawan. Atau holiganisme di Inggris yang menarik minat para sosiolog dalam meneliti pendukung sebuah kesebelasan.

Para pemikir sudah lama menaruh minat pada olahraga ini. Albert Camus pernah bilang bahwa dirinya berutang kepada sepak bola karena olahraga ini mempertontonkan soal moral dan tanggungjawab. Di masa mudanya, Camus pernah jadi kiper, karena itu ia punya lebih banyak waktu merenungkan pertandingan. Claude Levi- Strauss, Sartre hingga Gramsci juga sudah menulis kajian filsafat sepak bola. Di Australia, pengelola klub menyeleksi pemain dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud.

Karena itu Cao Yang tetap gemas meski Cina sudah diakui sebagai tanah leluhur sepak bola. Ia gemas karena Eropa mampu mencuri permainan ini dan maju dengan itu.
Tonggak-tonggak Sejarah Sepak Bola :

5.000 sebelum Masehi: Sepakbola dimainkan di Cina dengan nama tsu chu. Selain untuk melatih fisik tentara, permainan ini dipertandingkan saat kaisar ulang tahun.

3000 sebelum Masehi: Orang Jepang memainkan kemari.

2500 sebelum Masehi: Orang Mesir Kuno dan Timur Tengah memainkan sepakbola sebagai bagian dari ritual keagamaan. Hanya sedikit dokumen yang mendukung hipotesis ini. Tahun Masehi: Penemuan dokumen-dokumen sepakbola di Roma dan Yunani.

100-500: Orang Romawi menyebarkan permainan harpastrum ke wilayah Eropa.

217: Tentara Inggris mulai memainkan sepakbola setelah mengalahkan tentara Roma.

600-1600: Orang Meksiko dan Amerika Tengah membuat bola dari karet. Permainan di sana merupakan gabungan dari basket, voli dan sepakbola. Abad pertengahan: Italia, Prancis dan Eropa lainnya mulai menemukan sepakbola.

1100: Permainan bola di Inggris dilakukan dengan brutal tanpa aturan.

1314: Raja Edward II melarang sepakbola.

1369: Raja Edward III meneruskannya.

1500: Italia menemukan calcio dengan pemain satu tim lebih dari 27 orang. Permainannya sangat sederhana: mendendang, mengoper dan menggiring bola untuk di bawa ke garis gol. Belum ada gawang.

1561: Richard Mulcaster mengadopsi calcio dari Florence ini untuk diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Inggris.

1572: Ratu Elizabeth I serius melarang sepakbola dan menyediakan penjara bagi rakyatnya yang memaksa bermain

1600-an: Orang Eskimo juga mulai memainkan aqsaqtuk atau bermain bola di atas es. Sebuah legenda menyebut orang dari dua desa bermain aqsaqtuk dengan panjang lapangan mencapai 13 kilometer.

1680: Di Inggris bermain bola mendapat perlindungan dari Raja Charles II.

1820-an: Sepakbola mulai dimainkan di universitas-universitas Amerika Serikat seperti Harvard, Princenton, Amherst.

1830-an: Sepakbola modern mulai tumbuh. Olahraga ini dimainkan oleh para pekerja saat istirahat atau oleh anak-anak yang bermasalah di rumah atau sekolah. Kerjasama tim mulai dirumuskan.

1848: Peraturan sepakbola mulai digodok di Universitas Cambridge, Inggris.

1862: Berdiri klub Oneida di Boston, satu klub sepakbola pertama di luar Inggris.

1863: Asosiasi Sepakbola (FA) Inggris didirikan.

1871: Pertandingan pertama antar wilayah oleh FA.

1883: Empat klub Inggris setuju membentuk asosiasi klub sepakbola dunia.

1885: Pertandingan antara negara pertama di luar Inggris, antara Amerika vs Kanada.

1885: Sepakbola profesional diperkenalkan.

1886: Rapat pertama pembentukan asosiasi sepakbola dunia.

1888: Sepakbola profesional diresmikan. Wasit mengendalikan penuh pertandingan.

1888: Tendangan penalti diperkenalkan.

1904: FIFA didirikan dengan anggota Prancis, Belgia, Denmark, Belanda, Spanyol, Swiss dan Swedia.

1908: Sepakbola menjadi olahraga di Olimpiade.

1913: FIFA menjadi anggota FA Internasional.

1930: Kejuaraan Dunia pertama di Uruguay.

1938: Televisi BBC pertama kali menayangkan pertandingan sepakbola.

1958: Tayangan pertama Kejuaraan Dunia.

1966: Mulai ada tayang ulang untuk sebuah gol.

1977: Kejuaraan Dunia untuk usia di bawah 20 tahun.

1988: Kampanye fairplay.

1999: Kejuaraan pertama sepakbola perempuan.

2002: Jepang dan Korea merupakan negara pertama penyelenggara Piala Dunia di luar Eropa dan Amerika.

2004: Perayaan seratus tahun FIFA.

2006: Piala Dunia Jerman.

2010: Piala Dunia Afrika Selatan

2022: Insyaallah Negara kita akan Menjadi Tuan rumah pagelaran akbar di cabang olahraga sepak bola ini “INDONESIA

2022″……………..

 

RPP Lempar Cakram Desember 11, 2009

Filed under: kumpulan RPP — n99a @ 7:16 AM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata pelajaran :  Pendidikan Jasmani

Kelas/program :  XI (sebelas )/ IPA, IPS, BAHASA

Semester :  Gasal

Alokasi Waktu :  30 menit

Standar Kompetensi :  Kemampuan melakukan berbagai ketrampilan

Permainan olahraga  dalam bentuk sederhana

berdasarkan konsep yang benar, memiliki

pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung

didalamnya

Kompetensi Dasar :  Siswa mampu memperagakan teknik dasar

Penguasaan salah satu olahrga atletik dengan

peraturan yang dimodifikasi (tolak peluru) dan

memperhatikan nilai-nilai kerja sama, kejujuran,

menghargai, semangat, percaya diri

Materi Pokok : Tolak Peluru gaya Menyamping

Indikator : Melakukan tolak peluru dengan gaya Menyamping

Sumber pembelajaran : Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Oleh : Aip .S.M

A.      Pendahuluan

  1. Kegiatan rutinitas guru
  2. Streching dengan menggunakan bola takraw

2.1.     Berdiri tegak dengan kaki dibuka. Bola takraw diletakkan pada kedua tangan dengan jari-jari saling berkaitan. Badan dibungkukkan, bola takraw diayunkan dengan kedua lengan kedepan dan kebelakang diantara kedua tungkai, kedua lengan diayunkan dalam posisi lurus, kemudian digelindingkan dengan kedua lengan lurus serta kaki masih berkaitan. Pandangan mengikuti arah gerakan peluru.

2.2.     Sikap awal sama dengan sikap awal yang atas, begitu juga dengan gerakannya.

Tetapi Bola takraw tidak digelundungkan kedepan, tetapi dilempar kebelakang melalui atas kepala dengan kedua belah tangan lurus serta jari-jari berkaitan, kedua lengan lurus, mengikut arah gerakan peluru.

2.3.     Dua orang siswa saling berpasangan. Satu orang mendorong pasangannya dari belakang ke arah depan.

2.4.     Dua siswa saling berhadapan dan dengan menggunakan satu atau dua tangan, menolak atau mendorong bola. Caranya: (1) apabila menggunakan tangan kanan, maka pastikan mengambil satu langkah ke depan dengan kaki kiri sebelum melempar atau sebaliknya.

2.5.     Menolak bola setinggi-tingginya dan sejauh-jauhnya. Caranya sama dengan atas.

B.      Inti

  1. Guru mengingatkan kembali cara memegang peluru secara baik dan benar

1.1.       Jari-jari agak renggang, jari kelingking ditekuk pada samping peluru, sehingga membantu untuk menahan peluru agar tidak mudah bergeser dari tempatnya

1.2.       Jari-jari agak rapat, ibu jari disamping, jari kelingking berada disamping belakang.

1.3.       Sama dengan yang kedua tetapi jari-jari agak renggang.

  1. Cara meletakkan peluru

2.1.       Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan dimuka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan disamping kiri diletakkan disamping kiri selebar badan segaris arah lemparan.

2.2.       Peluru dipegang dengan tangan kanan dengan cara pegangan yang sesuai.

2.3.       Tangan yang memegang peluru mengatur letak peluru, yaitu pada batas leher pundak dibawah telinga, ketiak membuka, lengan terentang segaris dengan pundak

2.4.       Lengan kiri di muka dada ditekuk sedikit

2.5.       Kaki kiri rileks dan menapak pada ujung kaki, berat badan diletakkan pada kaki kanan
Belajar tolak peluru teknik menyamping tanpa alat

3.1.       Bergerak menyamping dengan melompat.

3.2.       Bergerak menyamping dengan melompat sambil jingkat diakhiri dengan putaran badan untuk melakukan tolakan

3.3.       Sikap awal

  1. Mengatur posisi kaki. Kaki kanan ditempatkan dimuka akhir batas lingkaran, kaki kiri diletakkan disamping kiri selebar badan segaris dengan arah tolakan.
  2. Kaki kiri rileks dan menapak pada ujung kaki.
  3. Kaki kanan agak sedikit ditekuk, barat badan diterima pada kaki kanan.
  4. Badan dimiringkan ke kanan.
  5. Pandangan mata searah dengan hadap badan.
  1. Mengadakan pemusatan pikiran, kalau sudah cukup, kaki kiri diayun-ayunkan ke muka dan belakang.
  2. Setelah ayunan kaki kiri dirasa cukup, kai kiri diayunkan melingkar kesamping diikuti dengan lompatan kaki kanan ke samping kiri, kearah tengah lingkaran.

3.4.       Cara menolak

  1. Tolakan kaki kanan dimulai sampai kaki kanan tertendang lurus, panggul di dorong ke atas depan disertai dengan badan diputar ke kiri dilanjutkan dengan dorongan atau tolakan.
  2. Lengan kiri digerakakan untuk membantu memutar badan.
  3. Pandangan mata diartahkan pada arahlemparan.
  4. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis, sudut lemparan kurang dari 40 derajat

3.5      Sikap akhir

  1. Sesudah menolak peluru, membuat gerakan melompat untuk menukar kaki kanan ke depan
  2. Bersama dengan mendaratanya kaki kanan, kaki kiri ditarik kebelakang, demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

3          Belajar tolak peluru gaya menyamping dengan alat(peluru sesungguhnya)

4.1.       Rangkaian gerakan tolak peluru secara keseluruhan.

C.      Penutup

  1. Melakukan pendinginan dengan cara berpasangan.
  2. Siswa berkumpul membentuk huruf U
  3. Evaluasi mengenai gerakan-gerakan yang sudah dilakukan siswa
  4. Tanya jawab dengan siswa mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa pada saat materi disampaikan
  5. membaca doa.

METODE DAN MEDIA

1. Metode  : Penugasan, Demonstrasi, dan Bermain.

2. Media    : Peluru(/Bola Takraw), Peluit.

PENILAIAN.

  1. Penugasan Individu                 : Kemampuan unjuk kerja/ keterampilan secara

individu.

  1. Bentuk Instrumen Penilaian     : Proses / Porto folio

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah :  SMA Negeri Prikitiuw

Mata pelajaran :  Pendidikan Jasmani

Kelas/program :  XI (sebelas )/ IPA, IPS, BAHASA

Semester :  Gasal

Alokasi Waktu :  30 menit

Standar Kompetensi :  Kemampuan melakukan berbagai ketrampilan

Permainan olahraga  dalam bentuk sederhana

berdasarkan konsep yang benar, memiliki

pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung

didalamnya

Kompetensi Dasar :  Siswa mampu memperagakan teknik dasar

Penguasaan salah satu olahrga atletik dengan

peraturan yang dimodifikasi(Lompat Tinggi) dan

memperhatikan nilai-nilai kerja sama, kejujuran,

menghargai, semangat, percaya diri

Materi Pokok : Lompat tinggi gaya straddle

Indikator : Melakukan lompat tinggi dengan gaya straddle

Sumber pembelajaran : Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Oleh : Aip .S.M

Terusin Ndiri Ya ndok…………………….

Lompat tinggi gaya guling perut (straddle)

  1. Awalan dari samping, sudut awalan antara 28 – 30 derajat, menolak dengan kaki terdekat dengan mistar.
  2. Setelah kaki ayun melewati di atas mistar, segera badan dibalikkan telungkup diatas mistar, usahakan pinggul lebih tinggi dari pundak, kepala tunddukkan kebawah mistar. Tangan kiri dan siku dibengkokkan berada dibelakang punggung atau rapat pada perut. Kaki tolak atau tumpu dengan lutut ditekuk kesamping atas agak kebelakang
  3. Mendarat pada kaki ayun bersamaan dengan tangan ( kaki kanan tangan kanan), diteruskan berguling kedepan pada bahu(bahu kanan).
 

RPP ESTAFET

Filed under: kumpulan RPP — n99a @ 7:11 AM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Kuliah                    : Atletik II

Semester          `             : Ganjil

Standart Kompetensi  : Memperaktikkan berbagai keterampilan dasar permainan olahraga dengan teknik dan taktik

dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar       : memperaktikan teknik salah satu cabang dari atletik  dengan menggunakan peraturan yang serta

nilai kerjasam, kejujuran, menghargai, percaya diri

Indicator                     :  – siswa mampu melakukan teknik awalan lari sambung dengan menggunakan start melayang,serat siswa mampu melakukan teknik – teknik memegang tongkat lari sambung(estafet) dengan benar agar pada waktu start ataupun di bawa lari tongkat tersebut tidak jatuh(lepas dari tangan pelari)

–          siswa mampu melakukan teknik cara memegang tonkat lari sambung(estafet) pada waktu start

–          siswa mampu melakukan melakukan pergantian tongkat lari sambung(estafet) secara tepat dan cepat

–           Alokasi waktu   : 30 Menit

A. Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa diharapkan mampu melakukan teknik awalan lari sambung dengan menggunakan start melayang dengan benar.
  2. Siswa diharapkan mampu melakukan teknik memegang tongkat estafet dengan benar.
  3. Siswa diharapkan mampu melakukan pergantian tongkat estafet secara tepat dan cepat

B. Materi Pembelajaran

  1. Latihan gerakan awalan lari sambung dengan menggunakan start melayang
  2. Latihan cara – cara memegang tongkat estafet dengan benar
  3. Latihan cara – cara pergantian tongkat estafet

C. Motode/Pendekatan

  1. Ceramah/Penjelasan
  2. Contoh
  3. Penugasan
  4. Evaluasi

D. langkah-langkah kegiatan pembelajaran

–          Kegiatan awal

  1. Menyiagakan siswa dengan membariskan dengan formasi 2 bersap

xxxx

xxxx

  1. Memimpin berdo’a dan presensi
  2. Memimpin stretching pasif serta kalestenik
  3. Memperintahkan siswa untuk berlari mengitari lapangan 2x putaran
  4. Memberi penjelasan tentang materi lompat jauh

Alokasi waktu yang dibutuhkan yaitu 7 menit

–          Kegiatan  inti

  1. pemberian contoh gerakan lompat jauh dengan posisi siswa berada di dalam lintasan lari, berjajar dua-dua. Formasi yang digunakan

x x x x

x x x x

  1. Pemberian latihan gerakan dan cara – cara start melayang
  2. Pemberian latihan condong badan kedepan dengan menggunakan satu tumpuan kaki yang di pilih dengan tujuan membiasakan para siswa menggunakan start melayang
  3. Pemberian latihan awal untuk cara – cara memegang tongkat estafet
  4. Pemberian cara atau tehnik perrgantian tongkat estafet, dengan konteks membuat tanda pada lintasan, sebagai pedoman  saat yang tepat untuk melakukan start apabila pemberi tongkat datang
  5. pemberian latihan keseluruhan gerakan lari sambung(estafet) dari awalan sampai pergantian tongkat

Alokasi waktu yang dibutuhkan yaitu 20 menit

–          Kegiatan akhir

  1. Pendinginan
  2. Evaluasi

Alokasi waktu yang dibutuhkan yaitu 3 menit

E. Alat/ sumber

  • Tongkat estafet

F. Penilaian

  • Teknik                         : tes praktik
  • Bentuk instrumen        : tes lari sambung
  • Soal/ instrument          :

1)      Awalan pada saat melakukan start melayang

2)      Cara memegang tongkat

3)      Gerakan pelari I saat memberikan tongkat kepada pelari ke II

4)      Gerakan pelari ke-II saat menerima tongkat

5)      Ketepatan kaki saat melakukan pergantian tongkat

 

RPP Tennis Meja

Filed under: kumpulan RPP — n99a @ 7:01 AM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Kuliah                : Tenis meja II

Semester          `           : Ganjil

Standart Kompetensi  : Memperaktikkan berbagai keterampilan dasar permainan olahraga dengan teknik dan taktik, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar       : memperaktikan teknik salah satu cabang dari tenis meja dengan menggunakan peraturan yang serta nilai kerjasam, kejujuran, menghargai, percaya diri

Indicator                     :  – siswa mampu melakukan teknik pukulan top spin

–          siswa mampu melakukan teknik / cara memegang grip / pegangan  bet top spin

–          siswa mampu melakukan gerakan atau ayunan tubuh ketika melakukan pukulan top spin dengan tepat

–           Alokasi waktu   : 20 Menit

A. Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa diharapkan mampu melakukan teknik pukulan top spin dengan benar
  2. Siswa diharapkan mampu melakukan teknik pegangan grip yang benar ketika melakukan gerakan top spin
  3. Siswa diharapkan mampu melakukan gerakan atau ayunan tubuh ketika melakukan gerakan top spin

B. Materi Pembelajaran

  1. Latihan gerakan top spin dengan benar
  2. Latihan cara – cara pegangan grip yang benar ketika melakukan gerakan top spin
  3. Latihan cara – cara melakukan gerakan atau ayunan tubuh ketika melakukan pukulan top spin dengan

C. Motode/Pendekatan

  1. Ceramah/Penjelasan
  2. Contoh
  3. Penugasan
  4. Evaluasi

D. langkah-langkah kegiatan pembelajaran

–          Kegiatan awal

  1. Menyiagakan siswa dengan membariskan dengan formasi 2 bersap

xxxx

xxxx

  1. Memimpin berdo’a dan presensi
  2. Memimpin stretching pasif serta kalestenik
  3. Memperintahkan siswa untuk berlari mengitari lapangan 2x putaran
  4. Memberi penjelasan tentang materi top spin

Alokasi waktu yang dibutuhkan yaitu 7 menit

–          Kegiatan  inti

  1. pemberian contoh gerakan top spin dengan posisi siswa menghadap ke meja permainan, berjajar dua-dua. Formasi yang digunakan

x x x x

x x x x

  1. Pemberian latihan gerakan dan cara – cara pegangan grip
  2. Pemberian latihan dasar gerakan top spin dengan cara memantulkan bola ke meja permainan dan memukul bagian belakang bola dengan pukulan mengarah keatas
  3. Pemberian latihan awal /posisi kuda – kuda dan juga gerak badan dalam melakukan pukulan top spin

KI

KA

Lapangan tenis meja

Keterangan :

: Kaki tupuan

  1. Pemberian latihan dril untuk membiasakan siswa dalam

melakukan pukulan top spin

a) Latihan Drill Searah

Lapangan tenis meja

Keterangan :

: Bola

: Arah pukulan

b) Latihan Drill Menyilang

Lapangan tenis meja

Keterangan :

: Bola

: Arah pukulan

  1. pemberian latihan keseluruhan gerakan pukulan top spin dari awalan sampai dengan finising touch dalam melakukan gerakan top spin

Alokasi waktu yang dibutuhkan yaitu 10 menit

–          Kegiatan akhir

  1. Pendinginan
  2. Evaluasi

Alokasi waktu yang dibutuhkan yaitu 3 menit

E. Alat/ sumber

  • Bed
  • Bola
  • Net

F. Penilaian

  • Teknik                         : tes praktik
  • Bentuk instrumen        : tes  pukulan top sin
  • Soal/ instrument          :

1)      Awalan pada saat melakukan pukulan top spin

2)      Cara memegang grip atau pegangan

3)      Gerakan badan atau ayunan tubuh

4)      Hasil pukulan

 

Perkembangan individu

Filed under: Kuliah — n99a @ 6:45 AM

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PERKEMBANGAN INDIVIDU

Pengaruh kondisi ibu terhadap perkembangan janin

Kehidupan janin bergantung kepada ibu yang mengandungnya. Segala kebutuhan untuk hidupnya yaitu sari makanan dan oksigentergantung pada ibu lewat hubungan langsung melalui placenta. Karena ketergantungan tersebut maka kondisi ibu sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Faktor-faktor penting yang berpengaruh terhadap perkembangan janin ialah:

  1. Gizi makanan ibu
  2. Aktivitas fisik dan kondisi emosional
  3. Penyakit yang diidap ibu
  4. obat-obatan,alkohol,dan rokok.

1)      Pengaruh gizi

Pengaturan gizi yang baik akan berpengaruh positif, sedangkan bila kurang baik maka pengaruhnya negatif. Pengaruh ini akan tampak lebih jelas pada bayi yang baru lahir dalam besar dan panjangnya tubuh bayi itu sendiri. Keadaan bayi normal bila gizi makanan ibu diatur dengan baik. Gizi yang berlebih mengakibatkan tubuh bayi  terlalu besar dan terlalu panjang, dan itu bisa menyulitkan proses kelahiran. Sedangkan pada ibu yang kekurangan gizi, tubuh bayi akan berukuran kecil, pendek, dan kondisi kesehatannya kurang baik. Penyebab utama pada ibu hamil yang kekurangan gizi adalah kondisi social-ekonomi yang cukup rendah.

2)      Pengaruh Kondisi Emosional atau kondisi Kejiwaan Ibu

Kondisi emosional ibu hamil yang tidak stabil misalnya sering marah – marah atau selalu bersedih, maka akan mempengaruhi perkembangan kejiwaan bayi yang akan dilahirkan.

3)      Pengaruh kesehatan ibu atau penyakit.

Penyakit yang diderita ibu hamil bisa berpengaruh negatif pada janin yang dikandungnya. Pengaruh negative yang bisa ditimbulkan adalah kematian pada saat di dalam kandungan atau terbentuknya organ-organ tubuh janin yang tidak sempurna atau cacat. Sedangkan penyakit ibu yang dapat menyebabkan kematian pada janinnya adalah penyakit kolere, malaria, influenza, dan sipilis. Sipilis bisa juga mengakibatkan kebutaan atau kecacatan fisik yang lain pada bayi yang dilahirkan.

4)      Pengaruh Aktivitas Fisik.

Pada saat ibu hamil akan tetap perlu melakukan aktivitas fisik, akan tetapi terbatas pada aktivitas fisik ringan saja. Aktivitas fisik yang terlalu berat bisa mengakibatkan kelelahan pada ibu hamil. Ibu hamil yang terlalu sering mengalami kelelahan fisik maka besar kemungkinan janin akan menyusut atau perkembangannya janin tersebut menjadi tidak baik. Danjuga bisa menyebabkan keguguran kandungan, apalagi pada bulan awal kehamilan.

5)      Pengaruh narkoba (Obat-obatan, Alkohol, dan Rokok)

Obat-obatan yang bisa berpengaruh negatif antara lain aspirin dan obat-obatan malaria. Penggunaan obat-obatan narkotika yang dikonsumsi ibu hamil seperti : heroin, kokain, atau morfin dapat berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya atau obat-obatan tersebut akan berpengaruh sampai bayi lahir. Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan oleh ibu hamil bisa mengakibatkan kematian pada janin yang dikandungnya atau janin akan terbentuk tidak sempurna, serta mengakibatkan kelambatan pertumbuhan.

Besar pengaruh rokok yang tergantung pada banyak sedikitnya rokok yang dihisap oleh ibu hamil setiap harinya dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi yang tampak pada kurangnya berat bayi yang dilahirkan.

Dr. Sugiyanto. 2001. Perkembangan dan Belajar Motorik. Universitas Terbuka. Hal 2.3 – 2.6

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik.

  1. Pengaruh Keturunan

Factor keturunan berinteraksi dengan lingkungan untuk mewujudkan potensi menjadi kemampuan yang nyata. Terhadap sifat dan pertumbuhan fisik, faktor keturunan sangat berpengaruh sekali terhadap ukuran, bentuk, dan kecepatan atau irama pertumbuhan. Hal ini terbukti dalam beberapa penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif antara ukuran dan bentuk tubuh orang tua dengan anak-anaknya. Seperti halnya apabila orangtuanya tinggi maka anaknya cenderung tinggi dan begitu pula sebaliknya. Faktor keturunan atau genetic ini merupakan sifat bawaan dari sejak lahir yang diperoleh dari orangtuanya sendiri.

  1. Pengaruh Gizi

Menurut Tenner (1978) pengaruh gizi dibedakan menjadi 4 macam, antara lain :

  1. Kecepatan Pertumbuhan
  2. Ukuran bentuk setelah dewasa
  3. Bentuk tubuh
  4. Komposisi jaringan tubuh

Pada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dalam waktu tertentu yang agak lama maka akan mengalami kelambatan pertumbuhan dan akan normal kembali bila gizinya terpenuhi. Kekurangan gizi yang berkepanjangan pada anak-anak akan berakibat pencapaian ukuran tubuh yang kecil pada waktu dewasa. Selain itu, individu yang selalu kekurangan gizi bentuk tubuhnya menjadi ramping dan terlihat kurus.

  1. Pengaruh jumlah keluarga dan status sosioekonomik

Jumlah keluarga dan status sosioekonomik berhubungan dengan kemungkinan mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan fisik yang diinginkan, dan kemungkinan terciptanya suasana keluarga yang menyenangkan atau tidak ada himpitan psikososial. Keluarga yang status sosioekonomiknya tinggi, pertumbuhan fisiknya lebih cepat. Mengenai pengaruh jumlah keluarga, semakin banyaknya anak apabila tidak didukung oleh peningkatan tingkat sosioekonomiknya. Sehingga pemeliharaan didalam keluarga semakin sukar mengurusnya dan kondisi anak kurang terjaga dengan baik.

  1. Pengaruh Perbedaan Suku Bangsa

.Eveleth dan Tenner (1976) telah mengadakan penelitian terhadap bangsa-bangsa eropa, amerika, afrika, dan asia. Hasil penelitian antara lain adalah bahwa laki-laki orang amerika, eropa, dan afrika imbang tinggi badanya, tetapi perempuannya orang amerika-afrika sedikit lebih tinggi dibandingkan orang eropa. Sedangkan orang-orang asia baik laki-laki maupun perempuan cenderung lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya.

Sifat kesukuan merupakan faktor keturunan dari orang tua yang kemudian berkembang melalui interaksi yang kompleks dengan berbagai faktor lingkungan. Beragamnya faktor lingkungan yang ada dalam kehidupan berbagai suku bangsa, mengakibatkan terjadinya perbedaan ukuran tubuh rata-rata orang dewasa, kecepatan pertumbuhan, dan bentuk tubuh antara kelompok suku-suku bangsa yang berbeda

  1. Pengaruh Musim dan Iklim

Dalam jangka panjang pertumbuhan bentuk tubuh juga terjadi dari generasi ke kegenerasi. Orang yang berada di daerah iklim panas cenderung lebih langsing bentuk tubuhnya dibandingkan orang-orang di daerah beriklim dingin. Dan orang-orang di daerah iklim dingin cenderung lebih gemuk. Orang-orang yang tinggal di daerah  dataran tinggi memiliki lingkaran dadanya dan paru-paru lebih besar dibanding orang-orang yang ringgal di daerah pantai atau dataran rendah. Pengaruh musim dan iklim cukup besar pada masa adolesensi yang merupakan masa pertumbuhan yang sangat pesat.

  1. Pengaruh Penyakit

Pengaruh penyakit yang di derita ibu tergantung pada berat-ringannya penyakit yang deritanya. Penyakit yang ringan pengaruhnya hanya kecil. Namun walaupun ringan tetapi terlalu sering diderita pengaruhnya akan menjadi semakin nyata. Penyakit yang cukup berat pengaruhnya cukup besar yaitu pertumbuhan menjadi lambat karena penyakit berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan.

  1. Pengaruh urbanisasi

Pengaruh urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) menunjukkan adanya hubungan positif dengan pertumbuhan anak. Sejumlah penelitian mengidentifikasi bahwa anak-anak dari keluarga yang pindah ke kota cenderung lebih tinggi dan lebih cepat matang dibandingkan dengan anak-anak yang tetap tinggal di daerah desa karena peningkatan pertumbuhan fisik  berhubungan dengan faktor kegizian yang cenderung meningkat karena mengikuti pola makanan orang kota.

  1. Pengaruh himpitan psikososial

Himpitan psikosial (stress) bisa menghambat pertumbuhan, hal ini ada kaitannnya dengan fungsi hormon pertumbuhan yang menjadi tidak normal. Fungsi pertumbuhan yang tidak normal mengakibatkan pertumbuhan tidak normal.

  1. Kecenderungan secular

Kecenderungan secular adalah kecenderungan adanya perubahan dari tahun ke tahun kerena perkembangan jaman. Adanya kecenderungan secular dimungkinkan kerena adanya perubahan pola kehidupan dan perkembangan dalam berbagai bidang kehidupan yang bisa mendukung kehidupan manusia yang semakin baik. Misalnya : pola makan yang semakin memperhatikan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan fisik, kemajuan bidang kedokteran sehingga mampu mengontrol kondisi kesehatan manusia menjadi lebih baik, dan kemajuan pendidikan, semuanya telah menjadikan orang makin tahu bagaimana bisa hidup sehat.

Masih ada faktor lainnya lagi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik, yaitu :

  1. Pengaruh Hormon

Sistem kelenjar yang memproduksi hormon-hormon trertentu yang berhubungan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh 3 macam hormon yaitu :

  1. Hormon pertumbuhan
  2. Hormon Tiroid
  3. Hormon Geonatal.

Ketiga hormone tersebut memiliki susunan kimia yang berbeda-beda, tetapi dalam mempengaruhi pertumbuhan fisik cara kerjanya sama, yaitu dengan cara menstimulasi atau menguatkan anabolisme protein di dalam metabolisme yang bersifat membangun dalam menghasilkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk jaringan-jaringan. Setiap hormon memainkan peran yang berbeda dan pada waktu-waktu yang tidak tentu sama.

  1. Aktivitas fisik

Agar terjadi pertumbuhan yang normal diperlukan aktibitas fisik dengan intensitas yang cukup. Pengaruh yang lain terjadi adalah terhadap tulang dan otot. Aktifitas fisik yang terlalu ringan tidak membawa pengaruh nyata, dan bila terlalu berat bisa merusak atau mengakibatkan cedera.

Dr. Sugiyanto. 2001. Perkembangan dan Belajar Motorik. Universita Terbuka. Hal 2.6 – 2.14

 

Ello (Andai Selamanya) Desember 10, 2009

Filed under: Lokal Hits — n99a @ 5:10 PM

A                        F#m       Bm                        E
Andai kita masih bersama pasti kau kan terus terluka

A                                  F#m   Bm       E                  A
Sungguh, sungguh aku sesali karena kini kau tlah pergi

A                       F#m         Bm                         E
Kasih beri aku kesempatan untuk, tuk mencintaimu lagi

A                          F#m                  Bm          E               A
Ingin, ingin ku bisa meminta waktu dan mengulang kisah kita
D                  F#m
Houwo…uuuu…..hampanya

Bm                      E
Hooooo…hidupku tanpa hidupmu

Reff:

A              F#m
Maafkanlah aku, caci diriku

Bm                              E
Luapkan saja semua asalkan engkau bahagia

A                F#m
Ini janjiku, janji setiaku

Bm – E
Cintaku untukmu

A
Sselamanya
D             C#m
Inilah aku, ampuni aku

Bm                                  C#m
Jangan kau melihat kesalahanku

Reff:

A              F#m
Maafkanlah aku, caci diriku

Bm                              E
Luapkan saja semua asalkan engkau bahagia

A                F#m
Ini janjiku, janji setiaku

Bm – E
Cintaku untukmu

F#m
Selamanya

Bm – E
Cintaku untukmu

A
Selamanya

 

VIERRA (Bersamamu)

Filed under: Lokal Hits — n99a @ 5:09 PM

D
Memandang wajahmu cerah

G
Membuatku tersenyum senang, indah dunia

D                                                      G
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan, kita lalui

Bm                     A                      G
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu

Bm                           A                      G       A
Ku tak akan berubah, ku tak ingin kau pergi s’lamanya

Reff :

D             A              Bm      A       G
Ku kan setia menjagamu bersama dirimu, dirimu

D               A            Bm      A      G
Sampai nanti akan s’lalu bersama dirimu

D
Saat bersamamu kasih

G
Ku merasa bahagia dalam pelukmu

Bm                     A                      G
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu

Bm                           A                      G       A
Ku tak akan berubah, ku tak ingin kau pergi s’lamanya

Bridge:

A                           Bm                              G
Seperti yang kau katakan kau akan selalu ada

A                          Bm                       G
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu

A
Dengan cintamu